Di Duga Pelayanan RS.Umum Daerah Curup Tidak Maksimal
Halojambi.id-Miris masih ada saja pelayanan di salah satu rumah sakit RS.Umum Daerah Curup di kecamatan Curup Selatan merigi kabupaten Curup yang di duga tidak memberikan pelayanan secara maksimal kepada pasien dan pengunjung, pada hal rumah sakit termasuk salah satu tempat pelayanan publik, mestinya harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal bagi publik.
"Hal ini sontak mengejutkan bagi para pengunjung rumah sakit atas pengakuan dari salah satu keluarga pasien di rumah sakit tersebut, sebut saja Mak Ulya menurut pengakuan keluarga pasien, selama menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut, keluarga pasien mengaku sangat sulit mendapatkan Air untuk kebutuhan pasien sehari-hari selama di rawat, terhitung dalam kurun 1 waktu minggu hanya 1 kali Air tersebut bisa mengalir dan dapat kami nikmati, hal ini sangat menyulitkan bagi kami, apa lagi air adalah kebutuhan pokok, semua butuh air, mensiasati krisis air di rumah sakit ini, akhirnya kami mengambil air dari luar rumah sakit ini, dengan cara ada yang membeli, ada juga yang menggotong pakai galon, untuk memenuhi kebutuhan selama di rumah sakit ini" Papar Mak ulya".
Mak ulya menambahkan bukan air aja yang sangat sulit di dapat, pembagunan masih belum selesai sehingga dapat mengganggu Pasien ibu saya sendiri yang sedang sakit, Kami menyanyagi Rumah sakit umum kok masih banyak kekurangan pelayanan"Tambah mak Ulya".
Pengakuan yang hampir sama di dapat dari pasien yang di rawat dirumah sakit tersebut, terkait tentang kurangnya mendapatkan pelayanan yang maksimal, menurut pengakuan" Shivi"kami sebagai keluarga Pasien sedikit terganggu dengan adanya kebisingan aktivitas pembangunan di rumah sakit ini, bagaimana kita bisa istirahat kalau setiap saat mendengar dentuman pukulan palu, pada hal kami yang di rawat disini sangat membutuhkan kenyamanan untuk beristirahat dalam proses penyembuhan.
Shilvi menambahkan Selain kebisingan Ruangan pasien ibu saya Kurang bersih banyak nya Sarang laba-laba dan Perawatnya kurang kontrol dan kurang memastikan pemberian Obat ke Pasien bahkan perawat memberi obat langsung pergi"tambah Shilvi".(Gun)