JAMBI – Peresmian Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Jembatan Pedestrian di Taman Anggrek Sri Soedewi, Telanaipura, Kota Jambi masih belum terealisasi. Sebelumnya, peresmian diagendakan pada bulan Januari 2019 ini, namun hingga kini belum ada tanda - tanda diresmikan.
"Katanya pertengahan bulan akan diresmikannya, tapi kita lihat sendiri belum ada tanda-tanda. Pagar seng juga belum dibuka, papan ucapannya belum ada," kata Hasan selaku pengawas proyek saat dikonfirmasi belum lama ini.
Untuk pengerjaan taman, Hasan mengatakan sudah siap, tinggal proses finishing. "Sebagian besar sudah siap, tinggal merapikan sisa-sisanya saja, dan masyarakat juga sudah menunggu dibukanya Taman Anggrek ini," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M. Dianto saat dikonfirmasi membantah pernyataan pengawas proyek yang mengatakan pengerjaan RTH sudah rampung dan menunggu jadwal peresmian.
"Kemarin pihak pelaksana pembangunan minta waktu untuk memperbaiki beberapa kejanggalan yang kita suruh perbaiki, seperti penambahan pengelasan tiang jembatan agar kokoh dan tidak membahayakan. Serta perbaikan pagar taman dan fasilitas lainnya itu belum selesai," ujar Dianto saat ditemui di gedung DPRD Provinsi Jambi, Selasa (29/1) kemarin.
Hal ini, dikatakan Dianto, membuat peresmian yang dijadwalkan tanggal 21-22 Januari lalu itu menjadi molor. "Ada pembenahan supaya terhindar Dari hal-hal (insiden, red) yang nantinya tidak diinginkan yang dialami oleh pengunjung," kata Dianto.
Untuk diketahui, proyek tersebut dibiayai dengan dana APBD dan APBN. Rinciannya, Rp 2 miliar untuk Jembatan Pedestrian bersumber dari APBD, dan Rp 6,7 miliar dari APBN untuk kawasan RTH. (uya)