SAROLANGUN - Terkait Alat Berat Jenis Excavator yang dibakar oleh warga Desa Lubuk Bedorong beberapa waktu lalu, Pemilik Excavator Hidayat beserta pekerjanya melaporkan Kepolisian Polres Sarolangun, Rabu (11/03/2021).
Pasalnya, Alat Berat Jenis Excavator yang dibakar warga tersebut bukanlah untuk aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), melainkan untuk membuat akses jalan menuju ke kebun Sawit Milik Hidayat.
Hidayat beserta Perkerjanya melaporkan ke Polres Sarolangun dengan menuntut meminta ganti rugi Excavator miliknya yang dibakar oleh para pelaku yang merupakan warga Desa Lubuk Bedorong, Jika tidak Hidayat mendesak kepolisian agar menangkap para pelaku dan diproses secara hukum.
Pemilik Excavator, Hidayat yang merupakan Dosen Universitas Islam Negeri (STS) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, mengatakan "Alat Berat saya ini bukanlah untuk bekerja aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) melainkan untuk membuat akses jalan menuju ke Kebun sawit saya. saya mempunyai tanah di Desa Lubuk Bedorong yang sudah ditanami Sawit berkisar 30 Hektar, "Kata Pemilik Alat Berat Hidayat.
Saat alat hidayat beraktifitas, Warga Desa Lubuk Bedorong melakukan tembakan sebanyak tiga kali menggunakan Senjata Api (Senpi) Laras Panjang Jenis Kecepek untuk mengusir pekerjanya yang sedang membuat jalan dan hampir peluru Senjata Api tersebut mengenai pekerjanya yang sedang bekerja.
"Pekerja saya meninggalkan alat berat saya, sehingga alat berat saya dibakar oleh para pelaku warga Desa Lubuk Bedorong. Disaat Alat Berat Saya di Bakar oleh para pelaku warga Desa Lubuk Bedorong, Saya sedang berada di Jambi, "Jelasnya.
Hidayat mengatakan alat beratnya masuk ke Desa Lubuk Bedorong .Dia sudah menghubungi Kepala Dusun (Kadus) bahwa alat beratnya masuk untuk bekerja membuat akses jalan menuju ke Kebun sawit saya."Namun Kadus Desa Lubuk Bedorong menyampaikan agar berhati-hati, karena warga Desa Lubuk Bedorong akan melakukan aksi Demo Alat Berat dan saya meminta kepada Kadus untuk memberitahukan kepada pekerja untuk berhati hati menghadapi massa. Namun Sekira jam 5 sore saya dapat kabar alat Excavator saya sudah dibakar, "Ungkapnya.
"Maka dari itu, Saya bersama Perkerja saya mendatangi Polres Sarolangun untuk melaporkan dengan menuntut meminta ganti rugi Excavator saya yang dibakar oleh para pelaku yang merupakan warga Desa Lubuk Bedorong, Jika tidak saya akan mendesak kepolisian agar menangkap para pelaku dan diproses secara hukum, "Tandasnya.(sr.dian)