KOTA JAMBI, Halojambi.id-Tiga hari lalu warga RT 10 Kelurahan Mayang Mengurai Kecamatan Kota Baru Kamis (13/5) bertepatan dengan 1 Syawal 1442 Hijriah berbondong-bondong mendatangi Masjid Nurul Islam guna melaksanakan Shalat Idul Fitri berjamaah di masjid ini yang menandai Hari Raya Idul Fitri telah tiba, setelah umat Islam se dunia menjalankan perintah suci Ilahi berpuasa satu bulan penuh selama Ramadan.

Mulai pukul 06.30 Wib pada 1 Syawal tersebut, warga masyarakat di lokasi ini tampak mulai berdatangan ke masjid dengan mengenakan busana muslim dari segala tingkat usia, tua, muda dan anak-anak, mereka semua berniat melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah tahun ini, setelah tahun lalu hal serupa tidak boleh sanakan disebabkan antipasi persebaran Corona di tengah masyarakat, larangan pemerintah satu tahun silam tersebut sebagai gerakan agar tidak masyarakat tidak melakukan kegiatan yang mampu menjadi ajang kontak untuk terjadinya penularan virus Corona.

Sehingga tahun pelaksanaan shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid/tanah lapang tidak lagi larang namun tetap mengedepankan protokol kesehatan. Tanpa perlu diingatkan lagi dalam mematuhi Protokol Kesehatan jamaah Masjid Nurul Islam yang berdatangan dari rumah masing-masing guna melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dengan sendirinya telah mematuhi Protokol Kesehatan dengan tetap mengenakan masker pada saat berada dalam masjid.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri berlangsung lancar dan khusu' yang diimami oleh Drs.Ahmad Ali diikuti oleh ratusan jamaah masjid Nurul Islam hingga selesai ibadah shalat sunnah ini ditunaikan diikuti kemudian penyampaikan Khotbah Idul Fitri oleh Ustadz Subhan Ali S.Sos Menurut Ustadz Subhan Ali S.Sos, dalam khotbah yang disampaikannya tentang ciri-ciri orang bertaqwa yang ditandai dengan kekuatan iman dan keihlasan dalam menjalankan perintah Allah.

"Marilah kita meningkatkan kadar ketaqwaan dan keimanan kepd Allah SWT dengan penuh keikhlasan, karena hari raya hadiah, karunia dari Allah, manusia bukan memiliki kendaraan baru, hari raya bukan pada seseorang yang mengenakan baju baru, namun untuk seseorang yang bertaqwa, bukan yang berhiasakan baju baru namun untuk seseorang yang berhiaskan ketaqwaan," ungkap Khotib.

Lebih lanjut Khotib mengemukakan bahwa seseorang muslim yang telah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh harus mampu mengekang hawa nafsunya," Yaitu dengan memperbanyak tadarus Al Qur'an, sehingga di hari Fitri benar-benar mendapat ampunanannya, agar termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa, artinya kemenangan bukan saja saat Idul Fitri tiba, keberhasilan Ramadan kita dengan ketaqwaan yang mengindikasi kesuksesan puasa kita." ujar Ustadz Subhan Ali.

Mewaspadai banyak kondisi orang-orang berpuasa namun tidak mendapatkan pahala dari nilai ibadah puasa yang dijalankannya, dalam hal ini Khotib Subhan Ali mengutip sabda Rasulullah Muhammad SAW tentang ada golongan orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga sehingga Ustadz Subhan Ali berpesan sebagai mana yang terkandung dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran agar orang yang bertaqwa menafkahkan hartanya pada saat senang maupun susah. Salah satu ciri orang bertaqwa dikatakan Khotib Subhan Ali setelah Ramadan tetap mengamalkan sikap-sikap terbaik dalam meningkatkan amalnya dengan gemar berderma dan berbagi.

" Anjuran bersedekah, anjuran kita berbagi, perintah zakat fitrah di bulan Ramadan hanyalah merupakan permulaan kita berderma, sikap kita berbagi, sikap kita empati bagi segenap kepedulian sosial tanpa henti pada bulan berikutnya, jika 11 bulan berikutnya kita masih seka berderma, masih suka berbagi maka hal itu merupakan satu bukti keberhasilan puasa kita, namun jika sebaliknya sesudah Ramadan kita menjadi pribadi yang enggan berbagi, tak suka untuk memberi maka bermakna belum berhasil ibadah kita mengantarkan kita mencapai kemenangan ketaqwaan kita." kata Subhan Ali, Khotib Shalat Idul Fitri di Masjid Nurul Islam.

Adapun yang betindak selaku Bilal dalam rangkaian pelaksanaan shalat Idul Fitri yang berlangsung di masjid Nurul Islam tersebut adalah M. Ridho S.Pd. Usai Khotib menyampaikan khotbahnya yang ditutup dengan doa, rangkaikan pelaksanaan shalat Idul Fitri berakhir dengan para jamaah kembali ke rumah masing-masing guna merayakan Idul Fitri bersama keluarga di rumah.(ifa)