Halojambinews : Sehabis pulang sekolah, baik pelajar smp maupun sma, adalah waktu merupakan waktu untuk istirahat, mengulang pelajaran maupun bercengkrama. Namun tidak halnya bagi Sri Mulyani (14) siswi MTSN Hutan Lindung dan Kakaknya Rosi Guslina (18) siswi SMKN I Batang Hari.

Putri ke-7 dan ke-6 dari pasangan Muslim (50) dan Musniati (50), perantauan dari Sungai Limau, Pariaman ini, rela berjualan sate demi membantu keluarga dan kedua orangtuanya. Lia dan Rosi, setiap hari berjualan sate di samping RS Mitra Medika, Muara Bulian, dari pukul 14.00 sampai 22.00 WIB.

Kepada Halojambinews, Jumat (21/05/2021), Lia dan Rosi mengatakan, bahwa keduanya menghilangkan waktu belajar, istirahat maupun bercengkrama dengan teman-temannya, semata-mata hanya untuk membantu kedua orangtuanya.

" Membantu bapak dan ibu." jawab mereka berdua serempak. Ketika ditanyakan berapa porsi daging sate yang terjual selama berjualan 7 jam tersebut, Rosi mengatakan satu setengah kilogram daging ayam.

" Berapa porsinya, kami nggak hitung. Yang jelas, kalau dagangan habis, berarti menghabiskan satu setengah kilo daging ayam serta sepuluh plastik lontong." kata Rosi, yang bercita-cita ingin jadi pengusaha sate yang sukses.

Namun, kadang-kala, mereka berdua yang berjualan di depan Kantor Kehutanan tersebut, mengungkapkan sering juga dagangan satenya bersisa.

" Kadangkala bersisa juga. Yaah, namanya juga usaha. Kadang habis, kadang nggak" ujar Lia, yang mempunyai cita-cita menjadi seorang dokter tersebut.

Mereka berdua secara jujur mengatakan bahwa berjualan sate tersebut adalah merupakan motivasi serta dapat merasakan betapa kerasnya hidup dalam mengais rupiah demi rupiah. Yang terpenting, dapat membantu meringankan beban kedua orang tua adalah merupakan ibadah.(Fri)