Jambi - Ketua Perkumpulan Umat Buddha Jambi, Rudy Zhang mengatakan potensi ancaman perpecahan didalam kehidupan bermasyarakat saat ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini dapat dilihat dari maraknya penyebaran konten-konten kebencian terhadap pemerintah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Radikal di media sosial yang menyebabkan munculnya pihak pro maupun kontra terhadap suatu kebijakan pemerintah.
Penyebaran konten-konten yang tidak jelas sumber kebenarannya dengan mudahnya diterima oleh masyarakat tanpa dilakukan kros cek terhadap sumber berita. Hal ini tentu saja berbahaya, karena suatu informasi bohong bila disebarkan secara terus menerus dan masiv akan dianggap sebagai suatu kebenaran. Sehingga perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
Indonesia merupakan negara multikultur, multi etnis, multi agama dimana terdapat banyak perbedaan. Sehingga memungkinkan banyaknya persinggungan- persinggungan yang kadang bisa menimbulkan masalah yang besar. Salah satunya adalah radikalisme yang mengatasnamakan agama.
Menurut Rudy Zhang, Radikalisme tidak bisa hanya di tujukan pada salah satu agama saja, karena bisa dipastikan bahwa semua agama yang ada di Indonesia tidak mengajarkan Radikalisme dan terorisme.
Dalam ajaran agama Buddha dikenal dengan prinsip _ehipassiko_ yakni sebuah prinsip yang berawalan dari kata _ehi_, _pasha_, dan _ika_ yang artinya datang, lihat, dan buktikan seperti yang ada dalam _Kalama Sutta_. Dalam prinsip ini menghendaki adanya pembuktian dari suatu ajaran, berita/informasi apakah sudah benar sesuai dengan nilai-nilai/norma-norma kehidupan dan agama.
Dilihat dari sudut pandang bernegara, ideologi Pancasila sebagai satu-satunya dasar negara yang dijadikan sikap hidup, pandangan hidup, serta sumber tata tertib hukum dalam Negara Indonesia. Sehingga upaya yang dapat dilakukan dalam menghentikan Radikalisme dan aksi terorisme yakni dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila pada setiap elemen masyarakat, instansi pemerintahan, dunia pendidikan dan swasta. (*/uya)