Halojambinews : Kabupaten Batang Hari lagi-lagi kehilangan sosok yang telah berjasa bagi dunia seni, khususnya dunia tari, yang telah banyak menciptakan banyak tari-tari kreasi Melayu Batang Hari serta mangharumkan nama Bumi Serentak Bak Regam di tingkat Provinsi Jambi maupun Nasional.
Sosok tersebut adalah Katriati Binti Kutar (59) yang telah menghembuskan nafas terakhirnya karena menderita kanker. Katriati, yang juga seorang guru seni ini, meninggal dunia di rumah anak pertamanya di Kota Jambi, Minggu malam (20/06/2021) pukul 23.00 WIB, dan dibawa ke rumah duka Jalan Kalimantan No 03, serta di makamkan di TPU Alkaromah Pal 3 Muara Bulian.
Kepergian Katriati meninggalkan kesedihan bagi pelaku seni Kabupaten Batang Hari, termasuk tenaga pendidik serta siswa, juga duka bagi seorang Yuninnta Asmara. Kepada Halojambinews, istri mantan Bupati Batang Hari Ir. Syahirsah, Sy ini, sambil mengusap airmatanya me gatakan sangat kehilangan sosok yang penuh dedikasi, inovasi serta morivasi bagi dirinya secara pribadi.
" Almarhumah, bagi saya pribadi adalah seorang guru yang tak bisa terbalas akan kebaikannya. Sejak pertama menginjakkan kaki di Batang Hari ini, beliau selalu menemani saya, baik sebagai sahabat maupun kakak. Malahan, beliaulah yang mengajarkan saya bagaimana memakai sanggul yang baik. Beliaulah sahabat sejati dan merupakan maestro tari yang susah mendapatkan penggantinya" ucap Yunninta.
Mantan wakil DPRD Batang Hari dua periode tersebut, berpesan kepada kawula muda seni tari, agar dapat belajar akan komitmennya seorang Katriati dalam mengembangkan seni tari kreasi melayu.
" Semoga, kawula muda Bumi Serentak Bak Regam, dapat lahir telenta-talenta lain khususnya dunia tari, dan mengharumkan negeri ini sebagai penerus Katriati" harap Yunninta.
Katriati lahir di Bukit Tinggi Sumatera Barat pada 1962 dari pasangan Kutar dan Syafiah. Sambil menempuh pendidikan akademik jurusan tari di IKIP Padang awal 80-an lalu, Katriati juga belajar tari dengan Maestro Tari Minang Syofiani Yusaf, di Sanggar Syofiani, Air Tawar Padang. Di masa itu, Katriati berkenalan dengan adik dari pencipta lagu Minang Usah Diratok'i, Yusaf Rahman (Alm), Darmansyah dan seterusnya menikah pada 1986.
Setelah itu, mereka berdua pindah ke Muara Bulian dan menetap di Perumnas Muara Bulian. Katriati mempunyai dua orang putri yakni Destika Anastasia dan Kemala Dwina Putri. Di samping menjadi guru, Katriati dan suaminya membuka usaha pelaminan. (Fri)