Jambi - Sejak awal tahun 2021, di Provinsi Jambi terdata ada 54 titik api yang keseluruhannya berhasil dipadamkan.
Direskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Sutiyono mengatakan puluhan titik api tersebut diverifikasi oleh petugas Command Center Polda Jambi ke petugas di lapangan, kemudian dilakukan upaya pemadaman baik bersifat manual dan bantuan armada helikoper dengan water boombing.
"Dari 54 kejadian tersebut, 15 titik api terpantau melalui aplikasi asap digital. Selebihnya dilaporkan melalui kegiatan patroli baik darat maupun udara," katanya, Rabu (23/6/2021).
Untuk pencegahan Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi, Polda Jambi telah bekerjasama dengan seluruh stakeholder termasuk pemerintah daerah, Korem 042/ Gapu, para akademisi ahli dan dunia usaha.
"Salah satunya upaya seperti tata kelola ekosistem gambut dimana melakukan revitalisasi sekat kanal. Seperti diketahui lokasi gambut merupakan area yang sangat rawan terbakar apabila terjadi kekeringan," katanya.
Sigit menjelaskan, yang dihadapi apabila musim kemarau datang keluarnya air dari area gambut dan itu harus dicegah. Pencegahan itu yakni dengan revitalisasi sekat kanal. Ada beberapa sekat kanal yang telah dibangun di wilayah Kumpeh, Muaro Jambi sepanjang 25 Kilometer.
"Bekerjasama dengan seluruh pihak terdapat petugas gabungan yang berjaga mulai dari Kilometer 1 hingga 25," katanya.
Hal ini diharapkan akan mencegah keluarnya air yang berlebihan sehingga situasi dan ekosistem gambut tetap terjaga. Kemampuan untuk menyerap air dan membasahi lahan sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan akan menurun.
Selain itu, kesiapan polda jambi dalam menghadapi karhutla salah satunya dengan menyiapkan aplikasi asap digital. "Asap digital adalah sebuah sistem aplikasi yang membantu proses deteksi dini terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui monitoring terjadinya kebakaran melalui adanya asap," jelasnya.
Sigit menjelaskan Ruang command center Polda Jambi merupakan central dari aplikasi asap digital beroperasi. Ada tiga sistem yang terpenting yang dioperatori oleh anggota dari Direktorat Reskrimsus Polda Jambi yaitu sistem monitoring melalui CCTV asap digital yang bekerja sama dengan Telkom dan juga perusahaan kehutanan serta perkebunan.
Kemudian, kata Sigit kedua merupakan sistem monitoring hotspot yang bekerja sama antara Polda Jambi dengan Lapan.
"Ketiga, sistem monitoring personel. Dimana tugas Polda Jambi memberikan informasi kepada personel yang bertugas dilapangan dalam ruang lingkup terdekat di lokasi apabila terjadi kebakaran dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada seperti TNI, Manggala Agni, BPBD serta masyarakat peduli api untuk langsung datang melakukan pencegahan pemadaman api," tutupnya. (uya)