SAROLANGUN - Emi Yusnita, Bidan Desa Demang, Kecamatan Limun Mengklarifikasi Terkait Rumah Bidan Desa (Bides) yang tidak aktif semenjak 6 bulan terakhir.
Dalam Klarifikasi tersebut Melalui Via Telpon Bidan Desa Demang Emi Yusnita membantah bahwa 6 bulan terakhir Bidan Desa (Bides) Demang tidak aktif, sementara diakuinya ketidak aktifnya Bidan Desa (Bides) Demang seminggu terakhir ."Karena Saya Sedang melakukan Operasi di Jambi,"ujarnya.
"Sebelumnya saya Sebagai Bidan Desa (Bides) Demang ini selalu aktif setiap harinya kecuali di hari libur yaitu hari minggu, "Jelas Emi".
"Memang saya mengakui bahwa satu minggu terakhir saya Sebagai Bidan Desa (Bides) tidak aktif dikarenakan saya melakukan operasi di jambi dan untuk sekarang saya juga izin karena masih sakit setelah melakukan operasi, "Terang Emi.
Terkait Rumah Bidan Desa yang tidak aktif semenjak 6 bulan terakhir tersebut dia membantah." Semua itu tidaklah benar"Terangnya.
Lanjutnya,dia bertanya sebenarnya yang ngasih informasi ini siap. "Siapa ya kalau boleh tau, bilang saya tidak pernah aktif lagi"Tanya Bidan dengan nada Penasaran.
Sementara itu, Salah satu masyarakat Desa Demang, Kecamatan Limun yang enggan disebut namanya mengatakan Di dalam Masa Pendemi Covid-19 saat ini, masyarakat sangat Membutuhkan Pelayanan Kesehatan di Rumah Bidan Desa (Bides) untuk berobat.
"Namun sangat di sayangkan Rumah Dinas Desa ini sudah tidak Aktif semenjak 6 bulan terakhir, "Kata Masyarakat Desa Demang yang di sebut namanya.
Untuk saat ini masyarakat berobat banyak di Desa -Desa Tetangga Karena Rumah Bidan Desa sudah tidak aktif lagi."Tentunya kita masyarakat Desa Demang, Kecamatan Limun sangat kecewa, "Jelasnya.
"Kita berharap agar Rumah Bidan Desa Demang Kecamatan Limun ini dapat di aktifkan kembali dan Masyarakat juga berharap agar Bidan Desa Demang ini dapat di tukar dengan yang baru, "Ungkapnya.
Atas Hal Itu, Pernyataan Bidan Desa Demang dibandingkan dengan pernyataan masyarakat setempat berbanding terbalik, rumah Bidan Desa tersebut sudah tidak aktif semenjak 6 bulan terakhir dan masyarakat banyak berobat ke Rumah Bidan di Desa Tetangga, warga harap dinas kesehatan dapat mengambil langkah penyelesaiannya atau menggantikan bidan desa yang dinilai tidak koperatif menjalankan tugasnya.(Sr.dian)