SAROLANGUN - Pekerjaan Proyek Pembangunan Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS) di Desa Batu Penyabung, Kecamatan Bhatin VIII terkesan mangkrak dan tidak berjalan dengan baik serta mencari keuntungan, (07/08/2021).

Pasalnya, Proyek Pamsimas di Desa Batu Penyabung yang dikerjakan dengan anggaran yang besar menjadi sorotan warga karena lamban dalam pelaksanaan kegiatan pada pembangunannya. 

Hal tersebut di ungkap oleh Saidina Ali yang merupakan Anggota Lembaga Adat Desa Batu Peyabung, Kecamatan Sarolangun ."Proyek tersebut sudah tiga bulan lebih di kerjakan, namun tidak selesai-selesai, "Jelasnya.

"Proyek ini dikerjakan oleh ketua LPM yang bernama Saidina Umar. Kami harap Pekerjaan ini di percepat karena sebentar lagikan mau musim kemarau. di rumah saya sendiri saat ini untuk mengambil air juga sudah susah, aturan mengisi air biasanya satu jam tapi ini hanya setengah jam air sudah habis. kami sangat berharap Pamsimas ini dapat cepat di selesaikan karena ini menjadi solusi untuk kasi di saat air mengering, "Ungkapnya.

Sementara itu, Anggota BPD Desa Batu Penyabung, Azwar saat menghampiri media sengaja menyembunyikan kesalahan-kesalahan pada pekerjaan Pamsimas, dengan harap dapat dukungan pemerintah kabupaten, sementara realisasi dilapangan, warga banyak berharap aliran air dari  Pamsimas segera berjalan, namun proyek terkesan sengaja mangkrak dan tidak berjalan dengan baik.

Pantauan media di lapangan, Pekerjaan ini terbengkalai Hanya di bangun baru sebatas tiang sedangkan tandon Bak penampung air  belum di buat, pengalian Vivanisasi juga belum di laksanakan. Kemudian itu terlihat juga meterial yang di gunakan sirtu bukan batu split yang masih tertumpuk di lokasi, meteran listrik sudah terpasang, sumur bor sudah di gali namun air belum bisa di nikmati masyarakat setempat.

Proyek ini menelan biaya yang cukup pantastis besarnya yaitu Rp 350.000.000 dan dari papan informasi tertera nama program Pamsimas lll di lengkapi dengan jenis kegiatan antara lain : 1. BOP KKM dan SATLAK Rp 14.000.000 2.

Pembangunan Sarana air Minum Rp 328.835.000. 3. Pelatihan KKM di Masyarakat Rp 2.550.000. 4. Peningkatan PHBS sekolah dan Masyarakat Rp 4.615.000. Total biaya Rp 350.000.000, dan dana tersebut bersumber dari APBN 70% Rp 245.000.000, kontribusi tunai Masyarakat ( INCASH) 4% Rp 14.000.000 Kontribusi Tenaga (gotong royong) dan Material Masyarakat (INKIND) 16% Sebesar Rp 56.000.000, di tambah lagi dari APBDes Rp 35.000.000. sehingga total biaya Rp 350.000.000, degan waktu pelaksanaan hanya 120 hari kalender yang arti nya pekerjaan tersebut harus tepat waktu dalam pekerjaannya.

Saat ini, Media belum dapat menghubungi para pendamping proyek program Pamsimas untuk di mintai hak jawabnya Atas dugaan keterlibatan mereka bermain mencari keuntungan dari program tesebut. sampai berita ini di tayangkan, madia masih menunggu hak jawab dari yang bersangkutan.(Sr.dian)