Jambi - Majelis Taqlim Rock&Roll Kabupaten Tanjung Jabung Barat menolak paham radikalisme, intoleransi umat beragama, dan terorisme karena hal tersebut merupakan ancaman serius bagi keutuhan NKRI.
"Radikalisme bukanlah ajaran Islam dan tidak diajarkan oleh Nabi, karena itu harus ada yang menjadi penggerak yang dapat memotori dari lapisan terbawah agar dapat menolak segala bentuk radikalisme, karena Islam itu merangkul bukan memukul, membina dengan hati bukan menghina dan mencaci maki," ujar Ustadz Yusmardi, Pimpinan Majelis Taqlim Rock&Roll Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jum'at (24/9/2021).
Ia menjelaskan bahaya radikalisme dapat mengancam stabilitas negara dan kerukunan hidup antar umat beragama, oleh karenanya perlu pondasi agama yang kokoh sejak dini untuk menangkal segala pengaruh radikal yang dihadapi pada era globalisasi masa kini dan masa yang akan datang.
Majelis taqlim yang di pimpin oleh Ustadz Yusmardi, S.Pd.I lebih memfokuskan kegiatan pengajian, dakwah dan memberikan pendidikan agama sejak dini pada generasi muda di Tanjab Barat karena generasi muda adalah calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya, yang secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional yang akan menjadi karakter sehingga penanaman karakter kebangsaan dengan berlandaskan agama akan semakin kokoh dan tidak mudah tergoyahkan apabila telah di asah sejak dini.
"Majelis taklim juga diisi dengan pengajian dan pendidikan agama bagi masyarakat lainnya baik orang tua dan anak – anak," tandasnya. (*)