JAMBI - Memasuki musim Pemilu 2019 yang tidak sampai 3 bulan lagi, banyak sekali berita-berita hoax yang tersebar. Masyarakat khususnya generasi millenial dihimbau untuk lebih berhati - hati mengkonsumsi berita di dalam media sosial.
"Pemilu kan sebentar lagi, masyarakat khususnya pemilih pemula (generasi muda, red) harus lebih berhati-hati dan cermat dalam menyikapi berita yang terpublish," kata Nurachmat Herlambang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Jambi. Rabu (23/1) kemarin.
Ia menyampaikan melihat perkembangannya saat ini, generasi milenial adalah yang paling banyak terdampak berita hoax. Untuk itu, generasi milenial diingatkan untuk berhati-hati dan cermat dalam menyikapi berita yang beredar di media sosial.
Tidak dipungkiri, saat ini juga telah banyak pengguna yang terperosok dalam memanfaatkan media sosial karena berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Oleh karenanya, pengguna diimbau memperhatikan etika dalam bermedia sosial agar tidak tersandung masalah hukum karena ikut-ikutan menyebarkan informasi.
"Tidak dapat dipungkiri, berita yang beredar banyak sekali mengandung hoax. Jadi sebelum menyebarkan berita, sebelum berkomentar, tolonglah teliti terlebih dahulu, atau bertanya pada yang lebih tahu," jelasnya.
Dikatakannya lagi, sebelum bermedia sosial pengguna harus mengetahui aturan yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Ada lima pasal dalam UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang mengatur etika bermedia sosial. Dan pengguna dalam artian masyarakat harus mengetahui itu," ujarnya.
Kendati demikian, di Provinsi Jambi sendiri, untuk perkembangan hoax, Nurachmat menyebut kategorinya masih ringan dan masih dapat ditolerir. "Jika melihat presentasinya sih masih relatif sedang dan kuranglah dibandingkan tempat lain," ujarnya.
Meski terbilang masih kategori ringan maupun sedang, pihaknya terus lakukan sosialisasi ataupun berdiskusi dengan instansi pendidikan seperti sekolah-sekolah dan media publik lainnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan etika dalam bermedia sosial supaya terhindar bahaya hoax, maka jangan terlampau cepat menyebarkan berita. "Sebelum menyebarkan berita tolonglah dibaca dan ditelaah terlebih dahulu, jadi tolong berhati-hati saja," tuturnya.
Ia mengimbau, pengguna media sosial juga diharapkan pandai memilah hal-hal pribadi untuk diunggah. "Hal yang sifatnya pribadi jangan sampai share di media sosial," tutupnya. (uya)