Jambi- Selasa Pagi (2/6) Bertempat di kantor BPK Perwakilan Jambi di Pall Lima Kota Jambi Ketua DPRD Muaro Jambi Aidi Hatta Menghadiri Acara Pemberian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) .

Aidi Hatta hadiri dalam kegiatan tersebut untuk mendampingi Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno. Untuk ke-12 kalinya, Pemkab Muaro Jambi berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

“LHP BPK itu cermin, bukan vonis. Kalau ada debu di cermin, tugas kita membersihkannya bersama. DPRD Muaro Jambi siap menjadi sapunya,” tegas Aidi Hatta usai menerima laporan dari Kepala BPK Perwakilan Jambi, Muhammad Toha Arafat.

Aidi Hatta menambahkan, warga tidak peduli opini WTP atau WDP. Yang mereka tanya, jalan mulus, puskesmas ada obat, sekolah tidak bocor. Karena itu Ketua kata Ketua DPRD, dewan berkomitmen kawal rekomendasi BPK. Aidi Hatta juga menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah hanya bisa dicapai apabila kedua lembaga berjalan dalam satu visi yang sama. ''Bedah APBD – Setiap rupiah dibedah ulang. Yang jadi catatan BPK, dipastikan tidak terulang di APBD Perubahan. Turun Lapangan – Komisi DPRD tidak lagi “sidang di AC”. Aidi Hatta minta anggota turun cek proyek, tanya warga Sungai Gelam sampai Kumpeh Ulu. Satu Komando dengan Eksekutif – Ia duduk satu meja dengan Bupati Dr. Bambang Bayu bukan untuk foto, tapi cari solusi,'' ujarnya .

Lebih lanjut, Aidi Hatta mengingatkan bahwa LKPD bukan sekadar kumpulan angka dan dokumen administrasi. Di balik setiap angka dalam APBD terdapat amanah masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan.

“LKPD 2025 bukan tumpukan angka. Itu adalah laporan kepercayaan rakyat. Setiap rupiah dalam APBD berasal dari keringat petani, pedagang, guru, dan seluruh masyarakat Muaro Jambi,” katanya. "Kalau eksekutif berbenah, legislatif mengawal. Kalau sama-sama kuat, Muaro Jambi yang menang,” tegasnya. Aidi Hatta memenambahkan LKPD 2025 bukan tumpukan angka. Itu laporan kepercayaan rakyat.(red)