KUALA TUNGKAL, Halojambi. Id-Tepian Aliran Sungai Pengabuan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ahad (1/11) terdapat pemandangan yang berbeda tidak sebagaimana hari-hari belumnya, tepatnya di Jembatan WFC atau dikenal juga dengan nama lain Titian Orang Kayo Mustiko Rajo, di atas perairan jembatan ini telah hadir sebuah tempat bersantai bersama teman, keluarga dan kerabat sambil menikmati hawa angin laut dan menikmati aneka kuliner yang tersedia di "Warung Terapung" yang hari ini mulai dibuka untuk publik.
Suasana pemandangan khas tepi laut menyajikan "hidangan" tersendiri bagi pengunjung yang ingin bersantai menikmati udara pesisir yang segar, burung-burung putih berterbangan di persekitaran perairan ini, sekali-sekali muncul elang hitam menukik menyambar ikan dimukaan air. Bagi pengunjung untuk menuju Warung Terapung telah sedia transportasi speatboat berkapasitas hingga 30 penumpang dan setiap penumpang mendapat pelampung rompi orange sebagai upaya pengamanan.
Tentang kapasitas Antusiasme pengunjung terlihat di hari pertama Warung Terapung di Kota Tepian Air ( Kota Kuala Tungkal kerap dijuluki Kota Tepian Air) ini dibuka, ramai warga di wilayah mulai berdatangan memenuhi areal Warung Terapung dengan menggunakan transportasi yang disediakan oleh pihak penyedia Warung Terapung tersebut. Mereka ingin menikmati suasana baru di wilayah tepi laut dengan hadirnya Warung Terapung tersebut.
Sepasang suami istri terpantau Halojambi. Id tampak menaiki transportasi Warung Terapung menuju perairan di mana lokasi Warung Terapung ini "mengambang" di atas aliran Sungai Pangabuan tersebut. Pak Aseng dan Ibu Nurasiah, warga Kuala Tungkal ketika di sapa Halojambi. Id mengatakan mereka berdua sengaja datang untuk "merasakan" sensasi warung makan perairan, digoyang ombak bahkan menurut Pak Aseng dirinya merasa seperti berasa di Johor Malaysia yang juga di sana terdapat cape perairan, " Wah saya merasa mengulang pengalaman saya ketika di Johor Malaysia suasana perairan ala warung terapung juga, " ucap lelaki ini di dampingi sang istri Ibu Nurasiah yang juga merupakan konten kreator digital.
Bahkan Halojambi. Id sempat menawarkan diri "menjadi" photografer "dadakan" mereka dan mengambil photo kedua pasangan ini saat mengenakan rompi orange di atas speatboat. Menurut Ibu Nurasiah dirinya ingin menikmati suasana berbeda, menikmati kuliner laut di atas perairan.
Pengelolah Warung Terapung Alongshen (26) saat di wawancara Halojambi. Id terkait keberadaan Warung Terapung yang dipersiapkan pihaknya mengatakan bahwa ide awal atas desain pembangunan Warung Terapung di atas aliran Perairan Sungai Pengabuan tersebut, dirinya terinspirasi dengan cape terapung yang pernah dikunjunginya di Kota Batam. Menu utama Warung Terapung yang tersedia di sini adalah berbagai aneka olahan hasil laut, ikan, cumi, kepiting udang, kerang dan lainnya.
"Kami sengaja menghadirkan kuliner bernuansa hasil laut mengingat warung ini berada di tepi perairan, untuk minuman khas ala Warung Terapung teh susu yang banyak diminati pengunjung setelah beberapa waktu sebelumnya dilakukan tes rasa, diketahui ternyata kemudian yang diminati adalah teh susu yang disajikan di sini samping berbagai jenis minuman lainnya yang tersedia." ujar pria muda ini.
Hingga menjelang siang suasana pengunjung semakin ramai di sini, pengunjung melakukan pemesanan makanan yang diinginkan sesuai menu yang tersedia di Warung Terapung penyedia aneka kuliner laut ini. Halojambi.id turut menikmati suasana di sini bersama pengunjung lainnya yang berdatangan untuk bersantai sambil menikmati kuliner bersantap di atas perairan dengan nyaman.
Sebagaimana yang terpantau Halojambi. Id sekitar pukul 12.30 Wib Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat Jamal Darmawan SE dan rombongan terlihat menaiki pelataran Warung Terapung untuk menikmati suasana perairan Sungai Pengabuan.
" Ini pertama kali ya dihadirkan tempat untuk menikmati suasana bersantap di tepi laut di Kuala Tungkal semoga bisa lebih berkembang lagi menjadi lokasi wisata kuliner yang paling banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah tetangga serta bakal menjadi ikon wisata perairan untuk kawasan pantai timur Provinsi Jambi. Sehingga diharapkan partisipasi pemerintah daerah untuk membantu fasilitas pendukung di lokasi ini, mungkin pengadaan jembatan penghubung langsung ke Warung Terapung, bagi pengunjung yang memiliki keterbatasan untuk menaiki speedboat ( mabuk laut) bisa langsung menggunakan jembatan penghubung dari sisi jembatan WFC. "ujarnya.
Menurut Jamal dirinya menangkap satu sinyal positif dari keberadaan Warung Terapung yang diharapkan memiliki dampak berlapis bagi pertumbuhan ekonomi bagi UMKM setempat. " Iya, selain menjadi tempat wisata kuliner dan laut tempat ini ke depannya membawah berkah bagi pertumbuhan ekonomi lokal di daerah ini." sebut lelaki yang merupakan salah anggota parlemen sebelum menutup keterangannya.
Namun sebelum Halojambi.Id mengakhiri liputan di lokasi Warung Terapung ini, sempat pula berbincang-bincang dengan pengunjung Warung Terapung lainnya yaitu Amelia saat diminta komentarnya tentang kesan-kesannya berada di lokasi perairan yang menawarkan kuliner laut ini mengaku cukup menikmati suasana di sini yang membuatnya ingin kembali ke sana mengajak keluarga. (ifa)
Ini pertama kali ya dihadirkan tempat untuk