Malang Nasib Buruh Pemecah Batu di Parit Culum II,Luput dari Bantuan Sembako Pemda
TANJAB TIMUR-halojambi.id Krisis ekonomi mulai mengancam sejumlah warga yang bekerja sebagai buruh pemacah batu di Kelurahan Parit Culum II (dua), Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi.
Mereka yang berpenghasilan harian tersebut terkena imbas akibat pendemi Covid-19. Sebab, saat ini penjualan batu pecah di Tanjung Batu, Kelurahan Parit Culum II itu menurun drastis hingga 50 persen dari biasanya.
Permasalahan lainnya adalah bantuan sembako dari pemerintah daerah tidak merata dan terkadang tidak tepat sasaran.
Banyak warga miskin yang berpenghasilan kecil tak dapat bantuan,Seperti yang dialami Al Maksum (32). Sejak mewabahnya virus Corona, penghasilan yang ia dapatkan dalam memecah dan mengangkut batu alam sangatlah minim.
Maksum mengaku, sebelum mewabahnya virus Corona ia mampu berpenghasilan Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu perhari, namun saat ini hanya Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu. Warga RT 02, Kelurahan Parit Culum Dua ini sangat berharap mendapat bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Namun sayangnya Maksum malah tak dapat bantuan. "Belum dapat bang. Saya sudah dua kali mengirim foto kopi KTP dan KK ke ketua RT. Tapi saat bantuan datang kami tidak dapat.
Pas saya tanya pak RT, katanya nanti dapatnya pas tahap kedua, saya diminta mengumpulkan fotokopi KTP dan KK lagi,"ujar Al Maksum dengan nada sedikit sedih kepada media ini, Senin (04/05/20).
Maksum menuturkan, sejak wabah Corona ini ia sama sekali belum mendapat bantuan pembagian paket sembako, baik dari pemerintah maupun dari donatur.
Maksum menjelaskan, banyak masyarakat tidak mampu di RT 02 Parit Culum II yang luput dan mengeluhkan bantuan sembako yang dijanjikan pemerintah tak kunjung datang. Padahal mereka sangat membutuhkan bantuan sembako.
"Saya tidak tau sembako bantuan dari pemerintah untuk kami ini kapan keluarnya, memang tidak jelas. Padahal kondisi begini orang kayak kami ini sangat butuh beras.
Selain saya, banyak juga tetangga yang sangat membutuhkan tidak dapat juga,"tandas Maksum.(kms)